Posts Tagged ‘jogja’

titik nol kilometer jogja

f 29, 2010

Anda boleh saja bersepakat bahwa Jogja telah meluntur sebab tengiknya kapitalisme, bedebahnya modernitas, atau tipisnya kesetiaan menjaga tradisi. Rasa kebudayaan Jogja semakin sulit dicari. Namun bagi saya tak ada tempat paling magis ketimbang titik nol kilometer jogja. Dengan senang hati saya mencandunya. Baca entri selengkapnya »

nasi kucing

f 3, 2009

nasi-kucingMakan adalah soal cara. Kita semua menyebutnya sebagai nasi. Namun ketika ia dimasukkan dalam bambu dan dibakar, kita menyebutnya nasi bakar. Bila ia dibungkus daun jati, Orang Cirebon menyebutnya nasi jamblang. Dibungkus selagi hangat dengan daun pisang muda lain lagi namanya: nasi timbel. Dibungkus sejumput-kecil di Bali disebut nasi jinggo. Di Tegal orang bilang nasi ponggol. Lain lagi Wong Solo dan Wong Jogja, inilah yang populer sebagai nasi kucing. Baca entri selengkapnya »