Archive for the 'kota-kota' Category

Napak Tilas Bandar Lampung

f 17, 2011

Memenuhi permintaan sahabat maya saya, Mas Hartono Rakiman, penulis best seller buku Mabuk Dolar di Kapal Pesiar: Kisah-Kisah Para Pemburu Dolar, tertulislah posting ini. Kesempatan singgah di Bandar Lampung sungguh langka bagi saya. Tempat tinggal orang tua saya masih jauh dari Bandar Lampung, sekira 5 jam perjalanan bus. Saya pun tak familier dengan ibukota Lampung yang dahulu nomenklaturnya Tanjung Karang-Teluk Betung ini. Saya hanya sempat bermukim di kota ini satu bulan, saat persiapan UMPTN hampir sepuluh tahun lewat. Meskipun saban tahun mudik ke Lampung, saya hanya boleh puas melintasi Jalan Soekarno-Hatta a.k.a by pass saja. Cuti mudik hanya seminggu atau paling lama sepuluh hari, cukup sayang untuk dihabiskan di Bandar Lampung tanpa agenda yang benar-benar penting. Mudik bagi saya adalah waktunya di rumah, saja, sedapatnya banyak-banyak bercerita dengan bapak dan ibu. Lain tidak. Baca entri selengkapnya »

Bachdim di Dadaku

f 14, 2011

Meski bukan penggemar sepakbola dan tak pernah sekalipun menonton langsung pertandingan di stadion, saya memberanikan diri menulis artikel Berbagai Cara Mengekspresikan Sepakbola (Pikiran Rakyat, 20 Desember 2010). Dalam artikel tersebut saya memotret cerita di luar lapangan termasuk perilaku suporter yang selalu menarik untuk dikaji. Demam ‘kebangkitan sepakbola nasional’ pasca laga AFF lalu membuat saya mau tidak mau menjadi intens mengikuti perkembangan sepakbola di tanah air. Apalagi media seolah tak henti mengangkat isu sepakbola hingga publik nyaris bosan. Baca entri selengkapnya »

titik nol kilometer jogja

f 29, 2010

Anda boleh saja bersepakat bahwa Jogja telah meluntur sebab tengiknya kapitalisme, bedebahnya modernitas, atau tipisnya kesetiaan menjaga tradisi. Rasa kebudayaan Jogja semakin sulit dicari. Namun bagi saya tak ada tempat paling magis ketimbang titik nol kilometer jogja. Dengan senang hati saya mencandunya. Baca entri selengkapnya »

semarang

f 9, 2009

513127406_edcff70fabSeharusnya Semarang dapat menjadi kota wisata yang mbetahi lan ngangeni. Namun hiruk pikuk kota ini telah membuatnya menjadi kota yang bergegas. Tak ada ruang untuk berleha-leha, apalagi ramah pada model backpacker infantri seperti saya. Sayang memang, namun saya tetap berusaha menikmati yang baik-baik dari Semarang. Baca entri selengkapnya »

lembah code, imogiri, perbukitan menoreh

f 10, 2009

versl_gondolayu_woning_1Satu pagi yang jingga. Matari malu-malu bersinar menembus keremangan fajar. Saya berjalan kaki melintasi Jl. dr. Sardjito. Melongok Jembatan Gondokusuman yang membentang di atas Kali Code. Pada lembahnya bertumpuk rumah-rumah mungil. Saya menuruni tangga pelan-pelan, mencoba memahami Code dari sisinya. Hari masih pagi. Masih ada waktu siang nanti ke Imogiri, batin saya. Menziarahi peradaban Mataram, Surakarta dan Yogyakarta di bukitnya. Baca entri selengkapnya »

tour de bantul

f 26, 2009

batik imogiriBantul selama ini dikenal sebagai daerah yang penuh dengan cerita muram. Kemiskinan, dan ketertinggalan menjadi problem klasik Bantul dalam konstelasi pergaulan antarwilayah di Jogja. Padahal Bantul menawarkan pesona yang tak kalah menarik ketimbang episentrum Kraton-Malioboro. Selain pantainya yang sambung-menyambung di selatan, Bantul bergeliat dalam kreativitas kriya. Kasongan sebagai sentra industri gerabah dan keramik memang telah mendunia. Tetapi siapa yang tahu bila Bantul memiliki lebih dari itu. Baca entri selengkapnya »

jelajah lampung

f 27, 2009

pemandangan-lampungLampung memang bukan termasuk daerah tujuan turisme yang dikampanyekan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melalui Visit Indonesia Year. Lampung juga tak menarik perhatian backpacker sebagaimana mereka ‘menemukan’ Tana Toraja. Namun tak perlu menyesali situasi. Saya yang akan mengabarkannya kepada anda. Baca entri selengkapnya »

tour de java (2)

f 14, 2009

jembatan-merah-surabayathe-red-bridge-09Kali ini saya berkesempatan mengitari separo wilayah Jawa Timur bagian utara. Satu waktu di awal tahun 2003 bersama sejumlah teman, saya untuk pertama kali mencoba trek Solo-Pati via Blora. Perjalanan saya lanjutkan ke Tuban melintasi Juwana dan Rembang. Kemudian bertolak ke Surabaya. Menghabiskan dua malam di bilangan Jembatan Merah dan kembali ke Solo. Banyak hal yang menarik dan perlu saya catatkan untuk anda. Baca entri selengkapnya »

tour de java (1)

f 13, 2009

gedung_merseka-bandungSaya terhitung beruntung pernah menjejak kaki hampir di sepanjang daratan Jawa. Dari Pelabuhan Merak di Serang hingga Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Semenjak Jalur Pantai Utara Jawa yang jejaknya dibangun Deandles, hingga jalan lintas selatan (dan jalan lintas selatan-selatan). Sebagian besar ruas telah saya lalui, baik dalam keadaan terjaga di dalam bus maupun tertidur. Obsesi mengelilingi Jawa telah saya rintis semenjak kuliah di Solo. Baca entri selengkapnya »

bali

f 24, 2008

religiusitas-bali

Sebelum berkesempatan menjejakkan kaki di pulau dewata, saya masih beranggapan hanya ada satu kota tujuan wisata paling nyaman bagi saya, yakni Jogja. Namun sesaat setelah saya menyeberangi Pelabuhan Gilimanuk, pandangan saya berubah. Bila Jogja merupakan kota bernuansa klasik dengan suguhan budaya, kuliner, dan peradaban Jawa dalam tradisi berabad-abad, Bali menawarkan lansekapnya yang eksotik meskipun Bali tak ketinggalan pula dalam budaya, filsafat Hindu yang menjiwai kehidupannya, dan kuliner, tentu saja. Baca entri selengkapnya »