Archive for September, 2009

tentang menangis dan malam takbiran

f 30, 2009

hilal ramadhan 3Sampai hari ini saya masih menganggap lebaran sebagai satu ritus kultural paling penting sepanjang periode hidup saya dalam satu tahun. Boleh saja anda beranggapan saya termasuk mereka yang belum tebal imannya, karena belum sampai pada pemahaman transendental idul fitri sebagaimana menurut kitab suci. Mungkin saja anda benar. Namun bagi saya, seorang Jawa yang Islam—sebagaimana kata Gus Mus, ritus kultural lebaran membuat saya menggenapi kejawaan dan keindonesiaan saya saban tahun pada momentum paling fitri itu. Baca entri selengkapnya »

Iklan

semarang

f 9, 2009

513127406_edcff70fabSeharusnya Semarang dapat menjadi kota wisata yang mbetahi lan ngangeni. Namun hiruk pikuk kota ini telah membuatnya menjadi kota yang bergegas. Tak ada ruang untuk berleha-leha, apalagi ramah pada model backpacker infantri seperti saya. Sayang memang, namun saya tetap berusaha menikmati yang baik-baik dari Semarang. Baca entri selengkapnya »