Arsip untuk Februari, 2009

pesan pendek dan menunggu

f 26, 2009

pesan-pendekApakah anda termasuk orang yang sering menunggu. Tepatnya tak berdaya, sehingga menjadi orang yang menunggu, bukan ditunggu. Tak perlu khawatir, menunggu merupakan jenis momentum yang jamak terjadi di negara berkembang seperti republik ini. Semua harus melalui proses menunggu. Lalu, apa yang menarik? Ada, tentu saja. Baca entri selengkapnya »

tour de java (2)

f 14, 2009

jembatan-merah-surabayathe-red-bridge-09Kali ini saya berkesempatan mengitari separo wilayah Jawa Timur bagian utara. Satu waktu di awal tahun 2003 bersama sejumlah teman, saya untuk pertama kali mencoba trek Solo-Pati via Blora. Perjalanan saya lanjutkan ke Tuban melintasi Juwana dan Rembang. Kemudian bertolak ke Surabaya. Menghabiskan dua malam di bilangan Jembatan Merah dan kembali ke Solo. Banyak hal yang menarik dan perlu saya catatkan untuk anda. Baca entri selengkapnya »

revolusi dan lagu

f 4, 2009

demo-hmi-di-istanaKarena tak bisa menulis soal pengetahuan musik, mungkin menarik juga menulis soal sejarah di balik sebuah lagu. Ternyata banyak hal tidak terduga dari lagu-lagu yang kita kenal dan kita nyanyikan selama ini. Misalnya Indonesia Raya lagu kebangsaan kita liriknya ‘ditulis’ Tan Malaka. Kemudian Internationale, mars komunis internasional diterjemahkan oleh Ki Hajar Dewantara—seorang yang sama sekali bukan komunis. Baca entri selengkapnya »

nasi kucing

f 3, 2009

nasi-kucingMakan adalah soal cara. Kita semua menyebutnya sebagai nasi. Namun ketika ia dimasukkan dalam bambu dan dibakar, kita menyebutnya nasi bakar. Bila ia dibungkus daun jati, Orang Cirebon menyebutnya nasi jamblang. Dibungkus selagi hangat dengan daun pisang muda lain lagi namanya: nasi timbel. Dibungkus sejumput-kecil di Bali disebut nasi jinggo. Di Tegal orang bilang nasi ponggol. Lain lagi Wong Solo dan Wong Jogja, inilah yang populer sebagai nasi kucing. Baca entri selengkapnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.